badge

MYAHOK

Tribute to AHOK

Inilah Akibatnya Kalau Ikut-ikutan Menebar Isu Rush Money

Isu Rush Money

MYAHOK.COM – Aparat mulai bertindak tegas dalam menertibkan akun sosial yang menyebarkan isu politik yang dapat berdampak negatif terhadap stabilitas keamanan. Terkait isu Rush Money yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung-jawab, membuat sebagian masyarakat yang tak mengatahui dampaknya, melakukan aksi seolah bersikap idealis, tapi justru perbuatannya itu membuatnya berurusan dengan pihak berwajib, sebagaimana berita yang dirilis oleh kompas dan poskota berikut ini;

Subdit Cyber Crime Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Mabes Polri menangkap Abu Uwais di kediamannya, di Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Penangkapan dilakukan pada Kamis (24/11/2016) malam.

Abu Uwais merupakan guru SMK di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Ia ditangkap lantaran mengunggah foto diri dengan sejumlah uang pada akun Facebook miliknya dan disertakan tulisan “Aksi rush money mulai berjalan ayo ambil uang kita dari bank Milik Komunis”.

Unggahan tersebut dibuat pelaku pada 21 November 2016 pukul 21.38 WIB. Adapun motivasi Abu Uwais mengunggah foto tersebut adalah hanya karena iseng, ikut-ikutan isu rush money yang belakangan ini menghebohkan masyarakat

GARA-GARA iseng jadi puyeng, itulah nasib Abdul Rojak alias Abu Uwais. Ia mengajak orang menarik uangnya ramai-ramai dari bank. Ia kini menyandang status tersangka. Yang menarik, Rojak ini guru tapi kok kurang kerjaan amat?

Guru itu bisa diartikan: bisa digugu dan ditiru. Tapi bisa juga: saban Minggu turu alias tidur. Tiap hari Minggu tidur melulu, agaknya jadi iseng banget.

Abdul Rozak alias Abu Uwais menulis di jagad maya: mari tarik ramai-ramai uangnya di bank komunis. Untuk menguatkan seruan tersebut, dia mengunggah gambar uang seratus ribuan yang dibentuk menjadi tulisan 212. Dari mana uang sebanyak itu, wong rumahnya saja begitu kecil, ternyata uang SPP milik murid.

Abu Uwais sama sekali tak menduga bahwa keisengannya itu bisa menggoyahkan negara. Tahu-tahu diusut polisi. Setelah diperiksa statusnya jadi naik, menjadi tersangka. Tapi polisi berbaik hati, ia tidak sampai ditahan.

Dalam tatanan masyarakat Indonesia, guru itu memperoleh kehormatan istimewa. Sebab mereka ini sosok yang punya andil besar dalam mencerdaskan bangsa. Mereka orang pintar di profesinya, mereka ahli pikir yang mampu menimbang baik dan buruk dari setiap tindakannya. Tapi ternyata, terdapat aksioma (pengecualian). Mereka berbuat ceroboh, sehingga publik dan negara dirugikan.

Menyesal itu datangnya selalu belakangan. Gara-gara iseng bisa-bisa kehilangan pekerjaaan dan sangat mungkin juga kebebasan. Sok idealis bikin negara nyaris krisis.– gunarso ts



vote ahok 240

Bila anda mendukung AHOK, mohon berkenan membagikan link website ini. Klik ‘Share’

Telah dibaca 192 x, hari ini 1 x
Artikel terkait
...

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

MYAHOK © 2016 - Tribute to AHOK Dikelola oleh Doni Bastian