badge

MYAHOK

Tribute to AHOK

7 Ciri Unik Ahok Sebagai Gubernur DKI

7 ciri unik ahok

MYAHOK.COM-7 Ciri Unik Ahok sebagai Gubernur DKI.

Baru kali ini secara realita kita menyaksikan ada seorang Gubernur yang hampir setiap hari dikerumuni oleh wartawan, kepopulerannya melebihi selebriti atau artis-artis yang terkenal. Baru kali ini juga kita menyaksikan ada seorang Gubernur yang segala kegiatan dan hasil perkerjaannya baik yang cemerlang dan gemilang selalu mendapat sorotan dan kritikan orang-orang yang tidak suka padanya.

Baru kali ini pula kita menyaksikan ada seorang Gubernutr yang berani menampilkan semua pekerjaannya ke dalam video youtube dan boleh disaksikan oleh orang banyak, dan herannya baru kali pula kita menyaksikan bahwa setiap rapat yang dipostingkan di youtube disaksikan oleh banyak orang dan beberapa kali di atas satu juta orang yang menyaksikannya. Padahal acara rapat adalah acara yang paling tidak disukai, itu sebabnya tidak heran kita menyaksikan para pejabat negara yang tertidur di dalam ruang rapat.

Rasanya kepentingan “politik” bisa membuat mata seseorang menjadi buta dan mati rasa, ia tidak bisa melihat dan merasa senang terhadap keunggulan lawan, ia bahkan merasa sangat senang jikalau lawannya terkapar.

Seorang penulis berkata, “seorang pemimpin tidak wajib menyenangkan semua orang”. Orang yang wajib menyenangkan semua orang itu pangkatnya bawahan, kerjanya menyampaikan berita dan cerita ABS, Asal Bapa Senang. Itu berarti sosok Ahok sebagai seorang Gubernur di DKI apabila ada banyak pihak oknum dan kelompok yang tidak senang kepadanya lumrah saja, tidak ada yang istimewa. Setahun Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) menjabat Gubernur telah mewarnai sejarah kota dan pemerintahan Jakarta.

Mari kita coba lihat gebrakan unik apa saja yang dilakukan Ahok?

1. Pura-Pura Gila

Ahok sendiri yang berkata bahwa setiap pagi dia harus minum pil karena ada penyakit gilanya, walaupun sesungguhnya kita tahu hal ini merupakan seloroh, tetapi Ahok ingin merepresentasikan apa yang dikerjakan untuk menata ibu kota dengan cara yang unik. Cara yang digeluti Ahok adalah cara yang lurus, transparan, jujur dan bersih, hal iniu yang tidak biasa dilakukan oleh sebagian anak buahnya pada masa-masa lalu.

Kadang dalam menjalankan ini dia harus memakai nada emosi alias marah dengan intonasi yang tinggi. Meluap-luapnya kemarahan Ahok membuktikan bahwa dalam menjalankan tugas Ahok, ia ingin semua bawahannya menjalankan tugas membangun negara ini dengan rasa “self of belonging”, ada rasa memiliki; artinya jikalau kerja maka harus kerja dengan disiplin, tegas, jujur dan bertanggung-jawab. Rasakan semuanya ini seperti mengerjakan usaha sendiri, jadi kerjakanlah yang terbaik, tidak dengan main-main apalagi mencari keuntungan sendiri. Tidak sia-sia apa yang diperjuangkan Ahok, baru-baru ini pennulis membaca di media sosial ada orang yang hendak mengurus sertifikat tanah, jikalau masa lalu diperkirakan butuh dana dua juta dan waktu yang lama, maka sekarang ini hanya butuh Rp 50 ribu dan seminggu suratnya sudah diterima.

2. Punya Tandingan

Heran juga ada orang pada jaman ini mau saja seseorang yang dewasa dibuat menjadi lelucon, mengapa dikatakan begitu?. Secara resmi Ahok berkuasa menjadi Gubernur DKI dilantik oleh Presiden 19 November 2014, namun berselang dua atau tiga minggu begitu muncul pula seorang Gubernur tandingan dari sebuah organisasi massa. Mereka “melantik” salah seorang anggotanya menjadi “Gubernur Tandingan” untuk melawan Ahok. Rasanya yang beginian hanya terjadi di negara Indonesia, dagelannya seperti anak-anak waktu kecil main boneka-bonekaan, lalu menjadi ibu guru, dokter, nah yang ini menjadi gubernur.

Menurut Luthfi Hakim dari Anggota Presidium Penyelamat Jakarta dan Ketua Forum Betawi Rempug menyatakan Koordinator Gerakan Masyarakat Jakarta Fahrurrozi Ishak terpilih sebagai Gubernur Jakarta. Dengan demikian setelah Fahrurrozi terpilih jadi Gubernur, Ahok tak lagi punya legitimasi menduduki kursi jabatan sebagai pemimpin Jakarta. Demikian klaim Luthi Hakim, depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin, 1 Desember 2014.Jadi masyarakat dihimbau tidak lagi menerima kehadiran Ahok, jika dia datang ke kampung-kampung.”(iberita.com).

3. Gaya Preman

Ahok memimpin Jakarta dengan sedikit gaya Premannya, bahkan ia mengaku dirinya adalah “Kepala Preman Resmi” , dengan demikian maka tidak heran semua yang tidak beres akan diberantas termasuk mafia dan preman di tanah Abang dan lain-lainnya. Kehidupan di Jakarta begitu keras sehingga membuat orang berjuang mati-matian hendak bertahan hidup, namun tatkala ada orang atau kelompok yang mengambil kesempatan dan keadaan ini khususnya untuk menperkaya diri dengan cara menekan orang lain, maka orang-orang ini akan menjadi sasaran empuk bagi Ahok.

Ahok berani menutup diskotik yang terkenal di Jakarta, yang konon cerita diskotik itu banyak backingnya, namun dengan gayanya ia berhasil menutup tempat itu. Hal inilah bertambah kepopuleran Ahok. Ahok bukan hanya popular di Jakarta, namun seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri. Saat Ahok berada di Belanda dan Singapore ia disambut seperti seorang selebriti terkenal. Kekaguman dunia terhadap Ahok tentu menjadi kebanggaan “teman-teman Ahok dan sekaligus bertambah boomerang bagi yang sentiment padanya. Seorang teman punulis berkata demikian “ Sayang ya saya tidak punya KTP Jakarta, jika ada saya juga pengin sekali mendagi teman Ahok.”

4. Menantang siapa saja yang korupsi

Kewibaan orang yang hendak memberantas korupsi harus dimulai dari diri sendiri, itu sebabnya secara transparan Ahok memaparkan sejumlah harta kekayaannya di website dan dapat dilihat orang secara umum (lihat www. ahok.org) . Tatkala penyusunan APBD DKI tahun ini, Ahok mendapati adanya keganjilan dari berbagai sector, itu sebabnya ia sempat ngotot dan berargumentasi pada pihak DPRD DKI yang di duga ada oknum yang mempermainkan anggaran yang disebut dana siluman, terutama masalah UPS yang harganya hingga 12 triliun dan persoalannya belum selesai hingga hari ini.

Gara-gara masalah ini, Ahok juga sempat di hak Angketkan oleh DPRD DKI, namun kebenaran tetaplah kebenaran, sehingga ia tetap saja berkuasa hingga hari ini sudah setahun lamanya. Kebenaran itu tidak bisa diganngu gugat. Sebuah durian asli, kita boleh saja sebut sebagai Semangka, Mangga atau Manggis, tidak soal, tetapi ingat realitanya durian tetaplah durian. Satu-satunya cara untuk mengalahkan kejahatan adalah dengan kebenaran, dan Ahok sang Gubernur DKI berpotendi untuk hal itu.

5. Memberi makan pada Pendemo

Gubernur DKI Jakarta Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) akan mempersiapkan keperluan para pendemo, mulai dari toilet, ambulan, termasuk nasi kotak atau nasi bungkus. Waktu itu pada pelaksanaanya para pendemo akan diarahkan ke kawasan Monumen Nasional (Monas). Seperti diketahui, puluhan ribu buruh menurut rencana akan menggelar aksi demonstrasi di beberapa titik di Jakarta. Salah satu sasaran demo para buruh adalah Istana Merdeka. Menurut Ahok, pihaknya akan menerapkan konsep penertiban demo seperti di London, Inggris, yaitu dengan menjadikan salah satu lokasi untuk menampung para pengunjuk rasa.

Bagi Ahok, unjuk rasa mengeluarkan pendapat boleh saja, asal menuruti aturan, tidak sembarang. Negara kita adalah negara hukum, tidak boleh main hakim sendiri. Ada peraturan untuk unjuk rasa, harus ada ijinnya, dan tempat tertentu dengan tidak merusak fasilitas kota Jakarta.

6. Paling banyak orang memusuhinya

Mertuanya sempat minta Ahok mamakai baju anti peluru, karena takut dicelakakan oleh “musuhnya”. Sebenarnya Ahok ini “tidak punya musuh”, orang akan memusuhi Ahok karena kepentingannya terganggu. Pengusaha yang tadinya teman baik Ahokpun barang kali akan menganggap Ahok sebagai musuh bila kepentingannya terganggu. Tadinya perusahaan mereka mendapat keuntungan banyak karena lari dari pajak, sekarang Ahok memperketat itu, maka keuntungan menjadi sedikit, jadilah mereka bermusuhan pada Ahok.

Pemindahan penduduk dari rumah-rumah mereka yang di bantaran sungai berserta mereka yang di kampung pulo mendapat hasutan dari lawan politiknya sehingga terjadi sedikit kegaduhan, namun tujuan Ahok adalah supaya penduduk Jakarta yang miskin itu lebih sejahtera, bukan untuk mencelakan mereka. Buktinya mereka dipindahkan dari rumah yang kumuh ke rumah susun setara dengan apartement di Jakarta. Dalam menjalankan tugas Ahok hanya taat pada konstitusi, itu sebabnya jangan coba-coba mengadakan kolusi padanya. Belakangan banyak orang yang mengaku sebagai teman Ahok, bagi Ahok Teman yang paling dekat padanya (temanahok.com) sekalipun, tidak akan dibela jika mereka melanggar konstitusi. Ahok mau berdiri dan melaksanakan tugas berdasarkan aturan, kiranya yang mengaku teman-teman Ahok maklum, jangan menyusahkan Ahok, taatlah pada peraturan dan Undang-Undang.

7. Gubernur paling sibuk di dunia

Kesibukan Ahok menjadi Gubernur terlihat, sebab hasil kerjanya sangat agresif dan progresif. Mari kita buka mata lebar-lebar, ada banyak perubahan terjadi di Jakarta dalam satu tahun ini, walupun lawan politiknya selalu mengatakan beliau gagal karena mereka pura-pura tidak melihatnya. Tujuan lawan politik adalah mencemooh itu sudah biasa, justru kita merasa aneh jika si lawan politik itu memuji-muji. Perlu kebesaran hati dan kejujuran jika sang lawan itu dipuji. Coba bandingkan saja, penonton dan pemain sepakbola, biasanya penonton itu selalu mengkritik pemain sepak bola; padahal penonton itu sendiri belum tentu bisa main bola.

Kesibukan Ahok menjalankan tugas sesuai penuturannya kadang tengah malam bangun juga mengecek keadaan Jakarta, membuktikan bahwa ia tidak main-main memperjuangkan kemajuan kota Jakarta. Walaupun dalam menjalankan tugas ini ada orang-orang yang tidak senang pada dia, karena mereka tidak biasa kerja dengan sungguh-sungguh. Setahun Ahok berjabat menjadi Gubernur, nilai raportnya pasti mendapat nilai bagus, tetapi tetap saja ada seorang “musuh bebuyutannya” berkata nilainya 5,5. Terserah mau dinilai berapa sebenarnya tidak soal, toh Ahok tidak berambisi untuk hal ini. Penulis hampir berkesimpulan bahwa sebenarnya bagi sosok Ahok jabatan itu baginya tidak begitu penting asal seseorang mau bekerja dengan hati yang tulus dan murni, jujur untuk negara ini. Jikalau Ahok berambisi terhadap jabatan tersebut maka ia bisa saja dalam priode pertama ini menyenangkan semua pihak, mengambil hati orang banyak supaya priode ke depan terpilih lagi. Namun integritas orang ini tidak seperti ini, baginya jabatan tidak penting asal ia berani membeberkan kesalahan dan menjalankan kebenaran dalam tugas dan tanggung-jawabnya.

Ahok tidak mau menjual integritas dirinya untuk menggantikan dengan jabatannya. Ahok benar-benar ingin supaya Jakarta dan khususnya Indonesia lebih maju.

Penulis : Saumiman Saud



vote ahok 240

Bila anda mendukung AHOK, mohon berkenan membagikan link website ini. Klik ‘Share’

Telah dibaca 1,187 x, hari ini 1 x
Artikel terkait
...

Komentar

Updated: 10/08/2016 — 11:19

Leave a Reply

Your email address will not be published.

MYAHOK © 2016 - Tribute to AHOK Dikelola oleh Doni Bastian