Site icon MYAHOK

Berpikir Rasional Bukan Membela AHOK, Tapi Membela Akal Sehat

Membela Akal Sehat

MYAHOK.COM – AHOK dihujat, difitnah menistakan agama bahkan di paksa masuk penjara, AKAL SEHATNYA DIMANA? Bukan membela AHOK, tapi sebuah gerakan membela AKAL SEHAT. Berikut ini tulisan menarik dari Gus Permadi Arya

Banyak yang terpanggil membela Jokowi Ahok.. Orang-orang ini bukan TimSes, bukan kader ParPol, tidak dibayar, namun mereka rela komitmen waktu, bahkan beberapa membela secara militan.

Ada yang sampai turun ke jalan, ada yang sebatas membuat status di media sosial di sela kesibukan, lalu menghabiskan waktu berjam-jam membalas komentar.

Apakah ini politik? BUKAN.

Mereka bukan sedang membela politik Presiden RI atau Gubernur DKI.. tapi sebuah gerak Reflek spontan membela AKAL SEHAT yang diancam oleh “Kekonyolan”.

Ini adalah naluri alamiah manusia, seperti sel darah putih memerangi virus yang mengancam tubuh, Akal pun akan memerangi “Kebahlulan” yang menyerang.

KEKONYOLAN & KEBAHLULAN

Sejak Jokowi terpilih jadi Presiden RI, mata & kuping kita dibombardir oleh Kekonyolan & Kebahlulan yang membuat nalar kita bereaksi keras demi menjaga keseimbangan akal sehat.

Makin “Bahlul” informasinya,
makin keras akal melawan..

Jokowi bersih, difitnah korup
Jokowi Muslim, difitnah Kristen
Jokowi asli Jawa, difitnah Tionghoa
AKAL SEHATNYA DIMANA?

ini hanya sedikit contoh dari BERTON-TON SAMPAH informasi yang harus dicerna akal sehat sejak pasca Pilpres sampai hari ini.. ini yang membuat kita membela.

Sama halnya menimpa pada Ahok..

Ahok bersih, difitnah korup Sumber Waras.. Sanusi korupsi reklamasi, Ahok yang dibenci.. Ahok bentak2 maling, difitnah maki2 rakyat.. AKAL SEHATNYA DIMANA?

Dugaan penistaan agama Ahok pun sebenarnya sangat jelas disebabkan oleh TRANSKRIP Buni Yani yang menghilangkan kata “PAKAI” sehingga seolah-olah Ahok menistakan Al-Quran..

SALAH JOKOWI AHOK HANYA DUA

Kesalahan Jokowi Ahok itu hanya dua.. Pertama, mereka berdua alergi bagi-bagi dana anggaran negara kepada elit-elit politik & orang-orang besar petinggi negeri seperti rezim-rezim terdahulu.

Kedua, mereka mencoba MEMPERBAIKI SISTEM bobrok negeri ini. Dulu-dulu yang namanya pemberantasan korupsi itu orientasi “orang”. Asal ada tumbal, Gayus Tambunan masuk, lainnya aman.

Jokowi Ahok tidak puas dengan hanya satu-dua tumbal seperti rezim-rezim terdahulu. Jokowi Ahok ingin REFORMASI TOTAL sistem yang otomatis memiskinkan para elit politik yang tadinya gendut dari uang rakyat. itu saja sih

Gus Permadi Arya
( Muslim Nahdliyin )

“Berpikir Rasional Bukan Membela AHOK, Tapi Membela Akal Sehat”

Exit mobile version