Home » Pertamina » Ahok Bawa Hoki, Pertamina Masuk Fortune 500 Ungguli Tesla & Coca-cola

Ahok Bawa Hoki, Pertamina Masuk Fortune 500 Ungguli Tesla & Coca-cola

ahok pertamina

MYAHOK.COM – Sebagai BUMN terbesar yang dimiliki negara kita, PT Pertamina (Persero) kembali mengukir prestasi dengan tampilnya di dalam daftar perusahaan terbaik versi Fortune Global 500 tahun ini, ungguli Tesla dan Coca-cola. Dengan keberadaan Ahok, Pertamina seakan mendapatkan semangat kerja yang tinggi dan sebagai satu-satunya perusahaan mewakili Indonesia yang berhasil masuk ke jajaran perusahaan elite dunia.

Atas hasil yang dicapai ini,  Basuki Thahaja Purnama alias AHOK sebagai Komisaris Utama Pertamina memberikan penghergaan setinggi-tingginya dan menguvcapkan selamat atas kesuksesan seluruh  jajaran manajemen yang sudah telah mengumayakan optimalisasi biaya persero.

“Selamat kepada jajaran manajemen yang telah bekerja melakukan cost optimasi,” ucap Ahok kepada Pertamina

Ahokpun juga memberi apresiasi atas kinerja seluruh Dewan Komisaris (BOC) dan Dewan Direksi (BOD) di semua  sub-holding, karena telah mampu bekerja dengan baik serta mendukung kebijakan manajemen Pertamina.

“Dan juga kerja BOC BOD seluruh sub holding yang bekerja mendukung kebijakan manajemen Persero (holding),” ujar eks Gubernur DKI Jakarta ini.

Sementara itu, dengan adanya pencapaian ini, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati  juga turut menyampaikan apresiasi kepada stake holder.

Menurut Nicke, prestasi Pertamina ini tidak luput dari perasn serta dan dukungan positif dari berbagai pihak, baik direksi, dewan komisaris hingga seluruh pegawai di semua lini kerja, serta pemegang saham, pemerintah, dan masyarakat dan juga pemangku kepentingan lainnya.

“Hal ini juga merupakan pengakuan dunia internasional bahwa Pertamina sejajar dengan world class company lainnya,” Nicke menjelaskan.

Laba 15,23 Triliun

Nicke juga menyatakan bahwa kondisi pandemi ini justru menjadi tantangan sejak tahun lalu. Nicke mengatakan bahwa Pertamina mengalami triple shock yang mengakibatkan turunnya revenue secara secara signifikan.

Namun demikian, dengan adanya inovasi bisnis yang dilakukan oleh semua unit kerja  serta transformasi organisasi yang telah dijalankan dengan baik maka PT Pertamina mampu mencapai pendapatan hingga US$ 41,47 miliar atau setara Rp 601 triliun (kurs Rp 14.500/US$) dan mencetak keuntungan usaha sebesar US$ 1,05 miliar atau setara Rp 15,23 triliun pada tahun 2020.

Pertamina juga bekerja keras secara konsisten untuk memastikan ketersediaan energi dalam negeri melalui berbagai program, antara lain BBM Satu Harga, Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan dan Petani, pembangunan jaringan transmisi dan distribusi gas bumi, serta infrastruktur hilir lainnya.

Dengan adanya pencapaian kinerja operasional dan keuangan Pertamina, maka total revenue pemerintah pada 2020 sebagai hasil kontribusi dari Pertamina telah mencapai hampir Rp 200 triliun.  Antara lain melalui setoran PPN, Pembagian Deviden, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) setara Rp 126,7 triliun, juga penerimaan negara dari Minyak Mentah dan Kondensat Bagian Negara (MMKBN) dari blok-blok migas Pertamina setara Rp 73,1 triliun.

Dengan adanya ekosistem energi yang sedang berjalan dari hulu ke hilir, Pertamina mampu mempertahankan kelangsungan  kehidupan  para pekerja sejumlah 1,2 juta, baik tenaga kerja langsung, maupun multiplier effect terhadap sekitar 20 juta tenaga kerja secara tidak langsung.

Dukungan Pertamina kepada masyarakat luas dalam masa pandemi ini juga terus digalakkan, yaitu dengan dibangunnya pembangunan beberapa rumah sakit khusus Covid-19, juga bantuan transportasi dalam masalah distribusi oksigen, hingga perhatian Pertamina kepada lebih dari 13.000 UMKM yang terdampak pandemi untuk dapat bertahan.

“Tantangan pandemi Covid-19 tidak ringan. Selain memantapkan langkah untuk dapat mencapai target nilai pasar US$ 100 miliar pada 2024 mendatang, seluruh jajaran manajemen dan pekerja tetap fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami optimistis akan terus tumbuh dan terus memberikan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat dan negara,” paparnya.

Fortune 500

Pemeringkatan Fortune Global 500 adalah ajang tahunan yang dilakukan majalah Fortune sejak tahun 1955. Tolok ukur utamanya adalah besaran pendapatan termasuk pendapatan anak perusahaan (consolidated gross revenue).

Indikator lain adalah penyertaan modal pemegang saham, kapitalisasi pasar, keuntungan, jumlah karyawan, dan sejak tahun 1990 indikator negara asal perusahaan juga dipertimbangkan dalam Fortune Global 500.

Adapun perusahaan migas internasional yang masuk ke dalam daftar 10 besar Fortune Global 500 ini yaitu raksasa energi asal China, China National Petroleum (CNP) dan Sinopec Group yang masing-masing menduduki peringkat ke-4 dan 5 Fortune Global 500 tahun 2021.

CNP tercatat memiliki pendapatan US$ 283,96 miliar dan laba US$ 4,57 miliar pada tahun buku 2020. Sementara Sinopec tercatat memiliki pendapatan US$ 283,73 miliar dan laba US$ 6,21 miliar pada tahun buku 2020.

Sementara peringkat Saudi Aramco anjlok menjadi peringkat ke-14 pada tahun ini dengan pendapatan US$ 229,77 miliar dan laba US$49,29 miliar pada tahun buku 2020. Tahun lalu Saudi Aramco menduduki peringkat ke-6.

Adapun beberapa perusahaan migas internasional lainnya, kendati secara finansial berhasil mencapai pendapatan signifikan, namun perusahaan tersebut mengalami kerugian pada 2020, di antaranya BP (18), Royal Dutch Shell (19), Exxonmobil (23), Chevron (75) dan Petronas (277).

Berada di bawah peringkat Pertamina, Repsol di posisi 381, sedangkan dari industri lain terdapat nama Coca-Cola (370), Tesla (392) dan Danone (454).

Leave a Reply

Your email address will not be published.