Tahukah Anda Bahwa di Siria, Pengungsi Muslim Dilindungi oleh Kaum Nasrani

Muslim Dilindungi oleh Kaum Nasrani
@MYAHOK-Sungguh sangat memprihatinkan ketika menyaksikan sebagian umat muslim di tanah air yang sedang mengalami buta hati. Sebagaimana yang terjadi sakarang ini, terdapat sebuah kondisi dimana sebagian kalangan muslim, bahkan melibatkan para pemuka agama yang sedang melakukan upaya untuk menghalang-halangi non muslim (nasrani) untuk tampil sebagai Kepala Daerah. Hal ini sungguh terlihat nyata, terkait dengan AHOK sebagai calon Gubernur untuk periode yang kedua pada Pilkada 2017 nanti. AHOK yang mewakili umat nasrani yang dicalonkan sebagai pejabat daerah mengapa dimusuhi, sedangkan disaat yang bersamaan di Siria, pengungsi Muslim dilindungi oleh kaum Nasrani ?
Pantaskah sebagai seorang muslim yang salah menafsirkan surat Al-Maidah 51 sebagai alasan untuk tidak memilih pemimpin dari kalangan umat Nasrani, sedangkan jelas-jelas bahwa nagara menjamin persamaan hak politik bagi seluruh warga negara tanpa memandang suku, agama dan keturunannya?
Berikut ini adalah status fB dari Hariadi Saptadji alumnus SR/ITB, yang dimaksudkan untuk menghindari perpecahan dikalangan umat muslim,  karena dicekoki dengan tafsir yang keliru dari Surat Al-Maidah 51 :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Ayat di atas sedang populer sekarang. Ayat itu selalu populer menjelang pemilu. Dalam hal pilkada DKI yang salah satu calon kuatnya adalah Nasrani, ayat ini menjadi semakin kuat bergema. Tapi apakah ayat ini soal pemilu? Apakah ini ayat soal pemilihan gubernur? Menurut saya bukan. Sejarah Islam tidak pernah mengenal adanya pemilihan umum. Juga tak pernah ada pemilihan gubernur atau kepala daerah. Satu-satunya pemilihan yang pernah terjadi adalah pemilihan khalifah. Itu pun hanya 5 kali, dan hanya melibatkan sekelompok orang yang tinggal di Madinah. Gubernur khususnya adalah pejabat yang ditunjuk oleh khalifah. Tidak pernah dipilih.

Jadi ayat ini tentang apa? Apakah Wali atau awliya itu soal pemimpin wilayah atau daerah? Bukan. Bagaimana mungkin ada ayat yang mengatur tentang pemilihan pemimpin, padahal pemilihan itu tidak pernah terjadi?

Jadi, apa yang dimaksud? Apa makna wali atau awliya? Wali artinya pelindung, atau sekutu. Ketika Nabi ditekan di Mekah, beliau menyuruh kaum muslimin hijrah ke Habasyah (Ethopia). Rajanya seorang Nasrani, menerima orang-orang yang hijrah itu, melindungi mereka dari kejaran Quraisy Mekah. Inilah yang disebut wali, orang yang melindungi. Kejadian ini direkam dalam surat Al-Maidah juga, ayat 81.

Adapun ayat 51 yang melarang orang menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pelindung itu adalah soal persekutuan dalam perang. Tidak ada sama sekali kaitannya dengan pemilihan pemimpin. Ini sudah pernah saya bahas, dan dibahas banyak orang.

Di Siria, Pengungsi Muslim Dilindungi oleh Kaum Nasrani

Pagi ini, saya menyaksikan berita pilu. Orang-orang Arab dari Syiria dan Irak masih terus mengungsi. Ke mana? Ke Eropa. Siapa orang-orang Eropa itu? Muslimkah mereka? Sebagian besar tidak. Kebanyakan dari mereka, orang-orang Eropa itu, adalah Nasrani, atau ateis (musyrik). Tapi kini mereka menjadi pelindung bagi orang-orang muslim, persis seperti ketika kaum muslim hijrah ke Habasyah. Jadi, cobalah orang-orang yang rajin melafalkan ayat Al-Maidah 51 itu berkhotbah kepada para pengungsi itu. Katakan kepada mereka bahwa meminta perlindungan kepada Nasrani, menjadikan mereka wali atau awliya itu haram hukumnya. Bisakah?

Ironisnya, dari siapa mereka lari? Dari kaum kafir? Bukan. Mereka lari karena ditindas oleh pemimpin-pemimpin mereka sendiri, kaum muslim. Kaum muslim yang berebut kekuasaan. Utamanya Sunni melawan Syiah. Tahukah Anda bahwa bibit konflik Sunni-Syiah itu sudah terbentuk sejak Rasul wafat? Ketika orang-orang mulai kasak-kusuk untuk mencari siapa yang akan jadi khalifah, padahal jenazah Rasul belum lagi diurus. Permusuhan itu abadi, mengalirkan darah jutaan kaum muslimin sepanjang sejarah ribuan tahun, kekal hingga kini.

Tidakkah kita sebagai kaum muslim malu ketika saudara-saudara kita dizalimi oleh saudara kita yang lain, mereka meminta perlindungan kepada kaum Nasrani dan kafir? Tapi pada saat yang sama mulut kita fasih mengucap ayat-ayat yang memusuhi orang-orang Nasrani, memelihara permusuhan kepada mereka.

Ingatlah, musuh abadi kita sebenarnya bukan Yahudi dan Nasrani, melainkan rasa permusuhan itu sendiri. Rasa permusuhan itulah yang telah mengalirkan banyak darah kaum muslimin, mengalir menjadi kubangan darah sesama saudara. Sesama saudara pun bisa saling berbunuhan kalau ada permusuhan di antara mereka. Kenapa mereka berbunuhan? Politik! Perebutan kekuasaan.

Itulah yang sedang dilakukan banyak orang dengan memlintir Al-Maidah ayat 51. Berebut kekuasaan politik dengan mengobarkan permusuhan. Mereka sedang mengabadikan kebodohan yang sudah berlangsung 15 abad. Anda mau menjadi bagian dari kebodohan itu? Saya tidak. Karena saya tidak mau menjadi pengungsi seperti orang-orang Irak dan Syria.

.oOo.
“Tahukah Anda Bahwa di Siria, Pengungsi Muslim Dilindungi oleh Kaum Nasrani”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

5 Komentar

  1. Bpk Hariadi Saptaji, alumnus ITB, memang cerdas, rasional dan berwawasan luas. Pencerahannya inspirative, menyejukkan. Smoga mampu mempersatukan rakyat Indonesia yg beraneka ragam etnis, agama dan budaya. Thanks a lot to bpk Hariadi Saptaji. Gbu.

  2. Duh non muslim zaman skrg ini smakin jdi sorotan di AS capres donald trump diindonesia cagub ahok kalo diartis sprtinya deddy corbuzier.. Ya gak.?

  3. Syiah bukan islam boss, disana ada suni juga, diktator yg berkuasa itu syiah, dialah yg dilindungi, liat yg banyak korban itu siapa yg menyerang,

  4. Saya bkn orang pintar. Cm dr reaksi pengungsi yg sbgn besar bermigrasi ke eropa bukannya kenegeri tetangga yg sesama Arab sesama keyakinan, sdh mengindikasikan bhw mereka mengharap lbh baik kehidupannya walaupun mereka tahu negeri yg dituju adalah negeri kaum *kafir?