MYAHOK.COM-Profesi sebagai Foto Model kenamaan, tentu dapat menghasilkan uang yang tidak sedikit bahkan sampai milyaran rupiah. Namun siapa sangka, ternyata Gubernur AHOK juga punya profesi ‘sambilan’ yaitu sebagai model untuk produk cat ‘DULUX’. Apakah AHOK bisa dijerat dengan pasal Gratifikasi?
Wah.. berita heboh apa lagi nih? Sebentar, jangan berprasangka buruk dulu dong.. Ceritanya begini..
Hari ini, AHOK sedang berada di dalam sebuah kegiatan penting yaitu peluncuran program revitaslisasi Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahilah, kota tua, Jakarta Barat. Acara ini adalah merupakan bagian dari tanggung-jawab sosial dari perusahaan atau dikenal dengan CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan cat AkzoNobel Decorative Paints Indonesia, yang dikenal dengan produk Dulux.
Disela kegiatannya tersebut, AHOK sempat menyampaikan pernyataannya sambil berkelakar ,” Saya model termahal di Jakarta, pakai baju Dulux, pakai topi, dibayar dengan empat bus tingkat,”
Pada kesempatan tersebut juga digunakan untuk melaksanakan serah terima barang berupa empat buah bus dari pihak Dulux yang seluruhnya disumbangkan kepada PemProv DKI Jakarta guna menambah armada transportasi untuk masyarakat Jakarta.
AHOK pada kesempatan itu merasa tak keberatan jadi model iklan dengan memaakai kaos dan topi yang tertera merk Dulux asalkan dibayar dengan bus. Bila sebuah Bus harganya Rp. 500 Juta, maka keempat bus tersebut senilai sekitar Rp. 2 Milyar. Wow… honor yang fantastis untuk seorang Foto Model bukan?
Dengan demikian AHOK sesungguhnya adalah seorang model termahal di negeri ini. Namun demikian AHOK tetaplah AHOK dengan konsistensinya menjaga amanah yang diberikan oleh warga Jakarta. AHOK tetap tidak mau menerima hadiah atau pemberian apapun secara pribadi dari pihak manapun. Semuanya itu disumbangkan untuk kepentingan warga Jakarta
“Suruh saya pakai apa saja enggak apa-apa deh. Seminggu juga enggak apa-apa, asal bus kali tujuh,” kata Ahok santai.
Ahok sempat berterima kasih karena perusahaan cat ini membantu merevitalisasi Kota Tua. Bangunan-bangunan di kawasan ini akan dicat.
Pertama, pengecatan Kota Tua, Museum Seni Rupa, dan Jembatan Kota Intan. Perusahaan juga akan menempatkan 50 tempat sampah dari kaleng cat. Dan yang kedua, pengecatan ulang Museum Bahari dan Museum Wayang. Dilanjutkan dengan mengecat halte, jembatan penyeberangan, dan jembatan layang.
Ahok kemudian mengecat dinding Museum Fatahillah dengan cat warna putih, didampingi oleh salah satu Managing Director AkzoNobel, Jeremy Rowe.
#donibastian