Opini  

Singapura juga Melakukan Penggusuran dan Relokasi Warga Miskin

The mouth of the Singapore River and the General Post Office (R) are seen near reclamation works (C) in this photo dated October 28, 1976. Singapore holds a Jubilee weekend from 7 to 10 August to celebrate the 50th anniversary of its independence. Fifty years ago, hundreds of small boats lined the Singapore river in the city centre. Today, most small boats are gone, except a handful of neon-lit tourist ferries. Maritime trade is still the backbone of the city-state but after decades of rapid growth Singapore, which at less than half the size of London is among the world¿¢‚Ǩ‚Ñ¢s most densely populated nations, is also a popular tourist destination and a thriving global financial hub. Mandatory Credit REUTERS/National Archives of Singapore/Ministry of Information and the Arts ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. THIS PICTURE IS DISTRIBUTED EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. MANDATORY CREDIT. NO SALES. NO ARCHIVES

Maka solusinya adalah terlebih dahulu, lahan-lahan itu harus dikosongkan, alias harus dilakukan penggusuran dan relokasi warga, atau bangunan-bangunannya dibongkar, lalu dibangun kembali dengan penataan yang baru sesuai dengan yang direncanakan.

Untuk keperluan itu pemerintah Singapura pun membangun pulau seluas sekitar 500 kilometer persegi (sebelum melakukan reklamasi) menjadi kota taman, di atasnya dibangun apartemen atau rumah-rumah susun yang representatif, dilengkapi dengan prasarana pendidikan dan kesehatan, dengan prinsip setiap keluarga harus punya rumah dengan lingkungan yang bersih dan higinis.

Setelah pembangunan kawasan pemukiman selesai dibangun, di bawah kekuasaan Lee Kuan Yew yang sangat tegas dan tanpa kompromi menjurus pada otoriter, semua penduduk di kawasan pemukiman kumuh itu pun mulai direlokasi ke sana. Lahan-lahan bekas pemukiman kumuh itu pun disediakan untuk membangun berbagai prasarana dan sarana, infrastruktur, taman kota, dan seterusnya untuk diubah menjadi kawasan pusat bisnis, perekonomian, dan obyek wisata kelas dunia.

[espro-slider id=1811]

Langkah yang diambil pemerintah Singapura melakukan penggusuran dan relokasi warga dari pemukiman-pemukiman kumuh, dan mengubah lahan-lahan yang ditinggalkannya itu menjadi pusat bisnis, taman kota, obyek wisata, infrastruktur jalan, dan sebagainya itulah yang menjadi tonggak awal perubahan Singapura dari negara dunia ketiga yang miskin menjadi negara maju dan kaya raya.

Dari ulasan dan foto-foto tersebut di atas, dalam skala tertentu bisa dikatakan kegiatan penertiban (penggusuran), yang diikuti dengan kegiatan relokasi warga dari pemukiman kumuh ke rumah-rumah susun yang telah disiapkan pemerintah Singapura itu mirip-mirip dengan apa yang sekarang dilakukan oleh Ahok. Bedanya apa yang dilakukan oleh Lee Kwan-Yew tidak mendapat perlawanan dan pertentangan sehebat apa yang dialami oleh Ahok sekarang.

Para elit politik yang seharusnya memberi pengertian kepada warga yang direlokasi, dan mendukung proses penataanulang tata kota Jakarta oleh Ahok itu, justru memprovokasi warga untuk melawan, dan berusaha dengan segala cara agar proses pembangunan penataan ulang kota Jakarta Ahok itu gagal total.

Mereka malah memanfaatkan kemiskinan warga, berusaha agar warag tetap tinggal “mengakusisi” tanah negara, tetap hidup dalam kemiskinan dan di tempat-tempat kumuh seperti itu agar bisa setiap saat dimanfaatkan demi kepentingan politiknya.

Jadi, kita tinggal pilih saja, mau melihat kelak Jakarta bisa seperti Singapura, ataukah malah tambah jorok, kotor, penataan kotanya yang semakin amburadul, kemacetan dan banjir yang tiada akhir.

Penulis : Daniel HT

” Singapura juga Melakukan Penggusuran dan Relokasi Warga Miskin “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses