Tinjauan Akademis : AHOK sebagai Pejabat Publik

ahok pejabat publik

Tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara semakin berat di masa depan, tantangan ini berupa arus globalisasi yang begitu cepat, regionalisasiknowledge  economy,  dan  borderless world. Sebagaimana para pemimpin politik di Afrika mayoritas membicarakan tentang isu sosial dan ekonomi dalam pidatonya. Empat ideologis dominan muncul dari analisis pidato pemimpin Afrika adalah pertumbuhan ekonomi dan kemerdekaan di Afrika, kesatuan dan nasionalisme nasional, globalisme, kemandirian.

Dapat dilihat betapa pentingnya peran seorang pemimpin, terutama dalam menghadapi isu-isu tersebut. Untuk mengarungi tantangan masa depan tersebut dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya berkarakter tetapi diharapkan pemimpin-pemimpin yang akan datang mampu memenuhi dan memiliki kondisi-kondisi seperti berikut ini:

  1. The meaning  of  direction  (memberikan  visi,  arah,  dan  tujuan). Seorang pemimpin yang efektif membawa kedalaman (passion), perspektif, dan arti  dalam  proses  menentukan  maksud  dan  tujuan  dari  Setiap  pemimpin  yang  efektif  adalah  menghayati  apa  yang  dilakukannya. Waktu  dan  upaya  yang  dicurahkan  untuk  bekerja  menuntut  komitmen  dan penghayatan.

Salah satu contoh kejadian yang dapat diberikan adalah kejadian saat Ahok marah karena ditemukan kartu virtual account untuk para penghuni Rusunawa Marunda yang tidak sesuai fungsinya.

  1. Trust in  and  from  the  Leader  (menimbulkan  kepercayaan). Keterbukaan  (candor) merupakan  komponen  penting  dari  Seorang  pemimpin  yang  menciptakan  iklim  keterbukaan  dalam kepemimpinannya adalah  pemimpin  yang  mampu  menghilangkan  penghalang berupa kecemasan  yang  menyebabkan  masyarakat  yang  dipimpinnya menyimpan sesuatu yang buruk atas kepemimpinnya. Bila pemimpin membagi informasi  mengenai  apa  yang  menjadi  kebijakannya,  pemimpin  tersebut memberlakukan keterbukaan sebagai salah satu tolok ukur dari “performance” kepemimpinannya.

Gaya kepemimpinan merupakan salah satu faktor penentu kepuasan kerja. Jenkins menambahkan   bahwa  keluarnya  karyawan  lebih  banyak  disebabkan  oleh ketidakpuasan  terhadap  kondisi  kerja  karena  karyawan  merasa  pimpinan tidak  memberi  kepercayaan  kepada  karyawan,  tidak  ada  keterlibatan karyawan dalam pembuatan keputusan, pemimpin berlaku tidak  objektif dan tidak  jujur  pada  karyawan.  Alasan  utama  karyawan  meninggalkan  organisasi disebabkan  karena  pemimpin  gagal  memahami  karyawan  dan  pemimpin tidak memperhatikan kebutuhan-kebutuhan karyawan.

  1. A sense  of  hope (memberikan  harapan  dan  optimisme). Harapan  merupakan kombinasi dari penentuan pencapaian tujuan dan kemampuan mengartikan apa yang harus dilakukan. Seorang pemimpin yang penuh harapan menggambarkan dirinya dengan pernyataan-pernyataan seperti ini, misalnya: “Saya mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang transportasi public, maka  saya akan menyiapkan strategi yang tepat untuk mengatasi kemacetan.

Dalam poin ini penulis akan menghubungkan dengan karakteristik pemimpin transformative. Seorang pemimpin harus mampu menghadirkan suatu transformasi bagi organisasi maupun masyarakat yang dipimpinnya.

Pada  umumnya,  para  pemimpin  transformasional memformulasikan  sebuah  visi,  mengembangkan  sebuah  komitmen  terhadapnya, melaksanakan  strategi-strategi  untuk  mencapai  visi  tersebut,  dan  menanamkan nilai-nilai baru sehingga dapat memberikan harapan dan optimisme bagi masyarakat.

Lebih lanjut, kepemimpinan transformasional mempunyai empat dimensi yaitu:

  1. Dimensi yang pertama disebut idealized influence (pengaruh ideal). Dimensi pertama ini digambarkan sebagai perilaku pemimpin yang membuat para pengikutnya mengagumi, menghormati dan sekaligus mempercayainya.
  2. Dimensi yang kedua yaitu sebagai inspirational motivation (motivasi inspirasi). Dalam dimensi ini pemimpin transformational digambarkan sebagai pemimpin yang mampu mengartikulasikan pengharapan yang jelas terhadap prestasi bawahan, mendemonstasikan komitmennya, terhadap seluruh tujuan organisasi, dan mampu menggugah spirit tim dalam organisasi mellaui penumbuhan antusiasme dan optimisme.
  3. Dimensi yang ketiga disebut intelectual stimulation ( stimulasi intelektual). Pemimpin transformasi harus mampu menumbuhkan ide-ide baru memberi solusi yang kreatif terhadap permasalahan yang dihadapi bawahannya, dan memberikan motivasi kepada bawahan untuk mencari pendekatan-pendekatan baru dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi.
  4. Dimensi yang terakhir yalam menguraikan karakteristik pemimpin disebut individualized consideration (konsiderasi individu). Dalam dimensi ini pemimpin transformasional digambarkan sebagai seorang pemimpin yang mau mendengarkan dengan penuh perhatian masukan-masukan dari bahwahan dan secara khusus mau memperhatikan kebutuhan-kebutuhan bawahan dan secara khusus. Pemimpin ingin agar masyarakat menerima segala kebijakan, rencana dan tindakan terutama dalam bidang sosial-ekonomi.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Litbang Kompas yang dilakukan melalui survey pendapat warga Ibu Kota terhadap gerakan pembenahan yang dilakukan Oleh Jokowi-Ahok di Jakarta.

Setelah dua tahun berjalan, kinerja pemerintahan Jakarta Baru dianggap semakin baik oleh sebagian besar warga Ibu Kota. Masyarakat menyukai perubahan yang dilakukan, terutama di bidang kesehatan, birokrasi, dan pendidikan. Penilaian ini seiring dengan pernyataan 71,4 persen responden yang mengaku puas terhadap kinerja pemerintahan Jakarta Baru.

Berikut adalah beberapa upaya pembenahan yang dilakukan oleh Jokowi sebelum mengundurkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta yang tentunya juga akan diteruskan oleh Ahok:

Pelayanan Kesehatan

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat di pasar tradisional dan rumah susun serta pengembangan puskesmas rawat inap. Juga muncul kebijakan penambahan kapasitas tempat tidur kelas tiga pada rumah sakit umum daerah (RSUD) dan peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan.

Hampir 80 persen responden puas terhadap kebijakan kesehatan yang ada. Salah satunya, kemunculan Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang kemudian melebur menjadi satu dengan sistem Jaminan Kesehatan Nasional. Sebelum ada KJS, warga miskin harus melalui birokrasi panjang mendapatkan surat miskin untuk pengobatan gratis. Dengan KJS, warga bisa mendapatkan layanan kesehatan di puskesmas, dilanjutkan ke rumah sakit jika diperlukan.

Problem bidang kesehatan juga diyakini oleh mayoritas responden bisa diperbaiki Basuki. Pemprov DKI berencana mengubah beberapa puskesmas menjadi RS tipe D untuk mengatasi keterbatasan jumlah tempat tidur di RS. Pemprov DKI juga akan memperbaiki kualitas RSUD menjadi lebih baik hingga setara RS swasta dan menempatkan dokter spesialis di RSUD.

Birokrasi

Sebanyak 76 persen responden mengaku puas dengan perbaikan birokrasi. Lelang jabatan lurah dan camat menjadi gebrakan yang patut diacungi jempol. Melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) ala Jokowi-Basuki, didapatkan pegawai negeri sipil yang punya kompetensi dan profesionalisme untuk memimpin kelurahan atau kecamatan.

Keberadaan lelang jabatan kepala sekolah juga menjadi hal baru yang positif. Melalui program ini, profesionalitas tenaga pendidik diuji. Semua tenaga pendidik PNS di Jakarta yang berusia maksimal 54 tahun berhak mendaftar lelang. Dengan lelang ini, kepala sekolah baru diharapkan lebih mementingkan manajemen kegiatan belajar-mengajar dibandingkan dengan mengurusi proyek. Bulan Maret, 180 kepala sekolah hasil lelang jabatan telah dilantik Gubernur Jokowi.

Perbaikan birokrasi tampaknya akan terus berlanjut. Penerbitan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2013 mengenai Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) selama ini telah memberikan kemudahan dan kepastian bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan perizinan dan non-perizinan. Mulai Januari 2015, pengurusan pelayanan publik akan lebih gampang dengan berdirinya 500 kantor Badan PTSP di Jakarta. Lelang jabatan yang berhasil di waktu lalu akan dilanjutkan dengan rencana lelang jabatan terhadap 6.434 jabatan eselon II-IV.

Pendidikan

Perbaikan di sektor pendidikan juga dinilai memuaskan oleh 75 persen responden. Kartu Jakarta Pintar (KJP) menjadi kebijakan yang menonjol. Keberadaan KJP membawa angin segar bagi pelajar miskin di Jakarta. Setiap bulan, siswa SD mendapat dana KJP Rp 1,08 juta, siswa SMP Rp 1,2 juta, dan siswa SMA Rp 1,4 juta. Sampai saat ini, sudah 576.000 KJP yang dibagikan kepada pelajar miskin berprestasi. Pelaksanaan KJP yang relatif lancar selama dua tahun menyebabkan 83,8 persen responden berharap banyak pada perbaikan di sektor pendidikan. Ke depan, KJP akan tetap dilaksanakan untuk membantu pelajar miskin. Pekerjaan rumah lain yang harus diselesaikan adalah peningkatan kualitas tenaga pendidik dan tawuran pelajar.

Result (memberikan  hasil  melalui  tindakan,  risiko,  keingintahuan,  dan keberanian). Pemimpin  masa  depan  adalah  pemimpin  yang  berorientasi  pada hasil, melihat dirinya sebagai katalis –yang berharap mendapatkan hasil besar, tapi menyadari dapat melakukan sedikit saja jika tanpa usaha dari orang lain.

Kesimpulan

Peran seorang pemimpin begitu besar dalam kemajuan bangsa, dan menegakkan kebijakan demi mengantarkan masyarakat untuk menjawab tantangan masa depan. Masyarakat yang bisa menjawab tantangan masa depan adalah masyarakat yang maju, beretika, berpendidikan dan yang paling penting adalah tertib atau taat pada kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Dalam upaya penegakan kebijakan oleh pemimpin tentunya tidak semata-mata tugas dari pemimpin, namun juga harus dibantu oleh segenap pemerintahan yang berwenang. Untuk mewujudkan pemerintahan yang “bersih” pun tidak mudah, hal ini harus diawali dengan hubungan yang baik antara pemimpin dan semua dinas terkait yang membantunya.

Berulangkali penulis mengatakan bahwa segala upaya yang dilakukan tidak mudah, oleh karena itulah retorika dan gaya kepemimpinan seorang pemimpin sangat berperan dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam penegakan kebijakan.

Retorika dan gaya kepemimpinan yang dimiliki seorang Ahok pemimpin dalam meyakinkan masyarakat untuk mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan meskipun dengan caranya yang tegas, bahkan cenderung keras, dan cara yang dilakukan Ahok ini terbukti berhasil dalam mengatur warga Jakarta. Hal ini tentu merupakan hal yang positif karena seorang pemimpin dituntut untuk membawa transformasi bagi organisasi dan masyarakat yang dipimpinnya.

***

Dikutip dari Makalah Akademis yang disusun oleh :
Wijayanti, Ayu, Nada, Athfina, Alvian
Universitas Brawijaya Malang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses