Video Gus Dur :”Kita Semua Memilih AHOK karena CINTA”

memilih ahok karena cinta

Memilih AHOK karena CINTA” Saya kenal Gus Dur, setelah beliau tidak jadi Presiden. Saya kenal Mbak Yeni dulu. Saya waktu itu terpilih jadi Bupati di tempat yang  93 % muslim. Kalau kita gunakan peta politik, Belitung itu tahun 55 terus pemilu, itu yang menang Partai Masyumi mestinya. Maka yang mengusai sana itu Partai Bulan Bintang.

Nah saya jadi Bupati ditengah 93% orang muslim. Lalu kemudian 16 bulan setelah jadi Bupati,  saya harus berhenti.

Kenapa? Karena saya ingin sekali Undang-undang no 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan nasional itu berlaku di Indonesia. Kemudian saya mengusulkan kepada Gubernur supaya dilakukan. Karena saya percaya tidak mungkin kta menghadapi pertempuran perdagangan bebas Asia Tenggara 2015, kalau kita tidak memiliki jaminan sosial nasional. Kesehatan, pensiun, kematian, hari tua, kecelakaan,  itu yang ada dipikiran saya.

Nah, waktu itu Gubernur bilang tidak mau. Kalau mau, nyalon Gubernur aja. Nantang kira-kira gitu..

Tapi waktu itu saya harus berhenti jadi Bupati, dan tidak ada Partai yang mau mendukung saya. Saya telephone Mbak Yeni, yang ada kursi satu saja hanya ada di PKB. PKB-nya Gus Dur. Waktu itu pertanyaan Gus Dur sederhana sekali. Kenapa mau berhenti, apa maunya?

Saya bilang, saya mau mewujudkan pensiun pertama di Indonesia, Propinsi Bangka Belitung, supaya orang tua bisa dapat pensiun, kesehatan sudah jalan. Gus Dur tertarik.

Begitu saya dicalonkan (jadi Gubernur Babel-admin), pak Muhaimin mengatakan “Jangan harap Gus Dur mau kampanye buat kamu.. !” Karena Gur Dur sudah sakit, dan harus cuci darah.

Saya bilang, saya mau ngomong sendiri sama Gus Dur. Lalu Gus Dur bilang : ” Ya, saya mau kampanye buat kamu..!”

“Tapi Gus, tidak ada charteran pesawat pribadi, uang saya tidak cukup. naik pesawat Sriwijaya Air saja Gus”Kata Ahok

“Tidak apa-apa” Jawab Gus Dur.

“Tapi pesawatnya terbang jam 06.00 Gus?

“Tidak apa-apa.”

“Solat Subuhnya gimana Gus?

“Di Bandara saja”

Jadi semuanya Oke. Tapi waktu itu banyak selebaran yang menyakitkan yaitu berbunyi ‘GUSDUR KIAI PALSU, MENDUKUNG KAFIR JADI GUBERNUR’.

Lalu saya bacakan selebaran itu kepada Gus Dur. Kata Gus Dur, “Biarin aja.. Mereka tidak mengerti Islam itu. Tidak paham Al Qur’an. Islam tidak begitu.”

Lalu saya bilang, ini bisa rusuh Gus. Gus Dur bilang

“Biarin aja… Kita kirim 200 Banser.. “

“Gus, kalau ada Banser disana,  jangan-jangan nanti malah ribut dan ada yang mati..”

Gus Dur bilang “Nggak mungkin, nggak berani sama Banser”.

Kemudian saya bilang,”Gus, lebih baik janganlah Gus.., Nanti orang mati gara-gara saya pengen jadi Gubernur.

Lalu Gus Dur terdiam..

Kemudian saya bilang :” Gus, orang Tionghoa atau turunan Tionghoa belum bisa jadi Gubernur.. Gubernur aja yang ada cuman 33 di negeri ini.

Lalu Gus Dur menjawab : “Siapa bilang? Jadi Presiden saja kamu bisa.. !”

#MYAHOK

Catatan :
Pernyataan diatas disampaikan sendiri oleh AHOK pada acara haul keempat Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu 28-12-2013.

Berikut ini Video kampanye Gusdur “Kita semua memilih AHOK karena CINTA..”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses