MYAHOK.COM- Inilah realita yang terjadi di negeri ini. Ada orang yang menyumbang sapi untuk dibagi-bagikan kepada warga miskin namun ditolak oleh sebagian warga lainnya. Penolakan ini justru dilakukan oleh pengurus masjid Luar Batang saat mengadakan acara penyembelihan binatang kurban pada hari raya qurban yang diselenggarakan hari ini. Berbagai alasan digunakan untuk menolak sapi pemberian Gubernur AHOK tersebut antara lain bahwa AHOK bukan seorang muslim sehingga tidak boleh mengikuti acara ibadah keagamaan (qurban) yang menurut mereka hanya dilaksanakan oleh umat muslim. Namun ada alasan yang lebih masuk akal yaitu karena adanya rasa kecewa dari masayarakat setempat atas kebijakan AHOK yang telah menggusur sebagian pemukiman di wilayah mereka.
Sangatlah disayangkan apabila masih terdapat sebagian warga yang merasa kecewa atas kebijaksanaan AHOK sebagai Gubernur namun kemudian membuat mereka seolah membenci Ahok secara pribadi. Terlepas dari apapun agama seseorang, namun apabila didasari dengan niat yang baik, tentu suatu pemberian atau hadiah selayaknya dapat diterima dengan baik.
Tapi mau bagaimana lagi, bila rasa kecewa sudah berubah menjadi kebencian yang mendalam hingga merekapun selalu merasa curiga dan berprasangka buruk terhadap apapun yang dilakukan oleh AHOK adalah salah dan tak dapat diterima
Bila mereka sedikit saja menggunakan akal sehat, menolak pemberian orang lain apalagi dari pemimpin daerah mereka sendiri adalah sama saja menolak untuk diperlakukan dengan baik. Bukankah masih banyak warga yang membutuhkan daging sapi di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Bukankah lebih baik untuk menerima pemberian itu dan membagi-bagikannya kepada warga yang membutuhkan?
Mengapa sebuah kebijakan dari seorang pemimpin disalahartikan sebagai penindasan terhadap warganya sendiri? AHOK punya alasan yang kuat dalam membuat suatu kebijakan dan tentu untuk kepentingan dan kemanfaatan yang lebih besar. Bilapun ada yang sebagian warga yang merasa dirugikan, tentu AHOK akan berusaha mencari jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan atau memberi kompensasi atas kerugian yang diderita oleh warganya.
AHOK juga mengerti bahwa hari raya Qurban adalah ibadah bagi umat muslim, AHOK bukannya ingin mengikuti acara ibadah kurban namun semata-mata sebatas ingin menyumbang agar dapat memenuhi seluruh kebutuhan warga terhadap daging sapi.
Dengan menyumbang sapi korban, AHOK sesungguhnya ingin menunjukkan rasa keadilan dan kecintaannya kepada seluruh warga tanpa pandang bulu. Meski AHOK menyadari bahwa di wilayah Luar Batang terdapat sebagian warga yang memusuhi terkait dengan kebijakannya, namun AHOK tetap saja memperlakukan mereka dengan cara yang sama sebagaimana yang dilakukan kepada warga di wilayah lainnya. Meski demikan, AHOK telah menyumbang tidak kurang dari 55 ekor sapi yang telah diserahkan kepada warga penghuni rusun di seluruh wilayah Jakarta.
Perihal sumbangan sapi dari Gubernur AHOK selama hari raya Qurban, berikut ini adalah berita terkait yang dirilis oleh Kompas hari ini;
Direktur Utama PD Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati mengatakan, selain menyumbang sapi ke Masjid Luar Batang, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga menyumbangkan sapi ke sejumlah tempat yang ada di Ibu Kota.Sumbangan itu dikirim ke warga Cipinang di Jakarta Timur, Pusat Pengkajian Pengembangan Islam Jakarta, Masjid Jami Al Taqwa Jakarta, dan Satuan Karya Ulama Dasi 1.
Marina menjelaskan, dibanding dengan empat tempat lainnya, Masjid Luar Batang mendapatkan sumbangan sapi paling banyak.
“Untuk Masjid Luar Batang ada dua sapi yang dikirim, yang lain itu satu,” ujar Marina saat dihubungi Kompas.com, Senin (12/9/2016).
Marina menjelaskan, Ahok juga meminta PT Dharma Jaya untuk mengirim sumbangan daging ke rusun-rusun yang ada di Ibu Kota.
Tahun ini, total ada sekitar enam sapi dengan berat total tujuh ton dengan total biaya sebesar Rp 700 juta yang disumbangkan mantan Bupati Belitung Timur itu.
Sumbangan yang dilakukan Ahok tidak hanya tahun ini. Melalui PD Dharma Jaya, mulai 2015 Ahok juga menyumbangkan sapi ke sejumlah tempat yang menurutnya membutuhkan daging sapi.
Marina menjelaskan, sekretaris pribadi Ahok di luar Pemprov DKI menghubungi PD Dharma Jaya untuk meminta disiapkan sejumlah sapi yang akan disumbangkan.
Selain itu, Marina mengatakan bahwa pembayaran juga dilakukan melalui rekening Ahok.
“Sekretaris Pak Ahok hubungi Dharma Jaya, sudah lama pesan jadi bukan tahun ini saja. Beliau tidak berkurban, jadi beliau menyumbang saja,” ujar Marina.